Tampilkan postingan dengan label Oprek Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oprek Quran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Maret 2014

Buat Jantung dari Otak

Kau tak sendirian
Kita berdua memiliki suatu ikatan
Dan itulah yang membuatku tetap melangkah
Mari kita hubungkan sinyal warna dari impian kita

Dan kita buat cahaya pelangi yang terang di langit
Aku tak begitu pandai merasa
Kehidupanku dibayangi ketidakpercayaan diri
Lalu kau bertanya kepadaku

Apa menariknya kehidupan seperti ini?
Saat pikiranku kesepian dalam masa lalu
Kuhubungkan pikitanku denganmu

Bersamamu aku merasa percaya diri
Disaat aku memikirkan keberadaamu dalam diriku
Aku percaya impianku akan tercapai
Aku melihat senyum abadimu itu


Kau memegangku dengan erat
Bersamamu tak akan ada yang mustahil
Kaulah yang membuatku terpikir seperti itu
Kau melengkapi kelemahan yang kumiliki


Aku pun juga akan melengkapi kekuranganmu
Ayo kita terbang tinggi dan jangan berhenti
Aku akan selalu ada, Kau takkan sendiri lagi
Semua akan baik-baik saja

Cipt. Otak

Categories: , , , ,

Sabtu, 12 Oktober 2013

Syair Sang Penghapal Quran


Aku Hilaf, karna sifatku hubungan kita bagaikan al dan tanwin,,
sampai-sampai aku brubah seperti huruf 'illat,
yang hanya merusak i'robmu

tapi kini aku tobat dan belajar untuk menjadi fa'il,
yang tak bisa ada, tanpa adanya fi'ilmu
sperti halnya aku, di mana aku tak bisa hidup tanpamu
tanpa kehadiranmu, di segala ufukku

aku ingin seperti khobar,
yang selalu mengikuti mubtada'mu
dan seperti tabi' yang bisa mengikuti rofa'mu,
nashabmu dan jarrmu

bahkan walau dirimu menjadi mudhof sekalu pun,
aku rela menjadi mudhof ilaihnya
kau tak perlu menggunakan huruf jarr, mudhof illaih tabi' dan amilnya lagi
karena aku sudah rela tuk berubah
merubah semua hal yang tidak kau sukai

Categories: ,

Jumat, 04 Oktober 2013

SYAIRKU SEORANG PENGHAPAL QURAN

Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada
Aku pasti kan ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu
Bila Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka Bila aku bertemu dirimu, itu disebut cinta
Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya...

Semoga kau terima cintaku dan pasti hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.terpantul-pantul dengan keras
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, menyatunya dua hati
Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam Quran. Buanyaaakk banget

Semoga dalam hubungan ini, kita seperti idgham Bilaghunnah, hanya berdua, Lam dan Ro'
Layaknya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah
satunya, saya atau aku ?

Meski perhatianku tak terlihat seperti Alif Lam Syamsiah, tapi cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca sangat jelas.
Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. Bersua dalam makhraj yang sama tapi berlainan sifatnya

Aku berharap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat
Layaknya huruf Tafkhim, kesholehanmu tercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu
Semoga aku menjadi yang terakhir untukmu sama seperti Mad 'Aridh dimana setiap mad bertemu Li Sukun Aridh pasti berhenti diakhir waqaf

Categories: ,

Selasa, 04 Juni 2013

Rahasia Karakteristik Sifat Seseorang Sesuai Tanggal nama Al-Qur’an.

Menyibak Rahasia Karakteristik Sifat Seseorang Sesuai Tanggal Lahirnya Menurut Al-Qur’an. Percaya atau tidak terserah bagaimana anda menyikapinya, yang pasti ini hanya prediksi manusia saja  


Tanggal 1 = Surat Al Fatihah (Pembukaan)
Sifat dan Karakternya : Menyukai hal baru, berbakat menjadi pemimpin, seorang pioneer (pelopor), idealis, cenderung ingin sempurna, pandai memanfaatkan kesempatan, egois, harus selalu jadi prioritas utama, sering mengulangi kesalahan yang sama, orang yang belum mengenalnya akan mengira sebagai sosok yang angkuh dan sulit ditaklukkan.

Tanggal 2 = Al Baqarah (Sapi Betina)
Sifat dan Karakternya : Pekerja keras, taat akan hukum dan aturan, memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi, menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas, jika dia mampu ada cenderungan menjadi seorang dermawan, kurang inisiatif, sering dimanfaatkan orang lain serta gampang percaya kepada orang lain.

Tanggal 3 = Al Imran (Keluarga Imran)
Sifat dan Karakternya : Seorang pemimpin (walaupun dalam kelompok kecil), berhati-hati dalam bertindak, mengayomi, tegas, suka suasana perdebatan dan agak cerewet, jika wanita ia cenderung tomboy, ingin menang sendiri, seorang pemimpi dan sering berfantasi.

Tanggal 4 = An Nisa (Wanita)
Sifat dan Karakternya : Sensitif dan perasa, feminim, protektif terhadap keluarga, kreatif, kompak tapi mudah dipengaruhi, agak jahil (iseng), dan penggoda.

Tanggal 5 = Al Maidah (Hidangan)
Sifat dan Karakternya : Diperlukan banyak orang, menyukai perubahan, memiliki insting yang lumayan, cepat bosan, ingin dilayani, susah diatur.

Tanggal 6 = Al Anaam (Binatang Ternak)
Sifat dan Karakternya : Punya insting tajam, kurang mandiri, terkadang seenaknya sendiri, emosional, pemalu dan kurang percaya diri, dan cepat berubah pikiran.

Tanggal 7 = Al A’Raaf (Tempat Tertinggi)
Sifat dan Karakternya : Cermat dan teliti, mudah mengambil hati orang lain, penuh inspirasi, terlihat sombong, suka meremehkan dan cepat puas.

Tanggal 8 = Al Anfaal
Sifat dan Karakternya : Optimis, mobilitas tinggi, menyukai perubahan, emosional, gampang berubah pendirian, saat marah suka menyakiti diri sendiri.

Tanggal 9 = At Taubah
Sifat dan Karakternya : Pemaaf, perfeksionis, mudah bergaul, tegas, tidak suka basa basi, tidak cepat puas, ingin selalu diperhatikan, keras kepala dan mudah goyah.

Tanggal 10 = Yunus
Sifat dan Karakternya : Cepat menyesuaikan, banyak cara keluar dari persoalan, setiap kemauan harus terpenuhi, licin dan cerdik, tidak bisa dikekang dan susah diatur, mudah menyangkal dan banyak alasan.

Tanggal 11 = Huud
Sifat dan Karakternya : Dibutuhkan banyak orang, mudah menerima, berhati-hati dalam berbuat, tidak banyak kemauan, pasif, terkadang diremehkan, peka perasaan.

Tanggal 12 = Yusuf
Sifat dan Karakternya : Percaya diri, optimisme tinggi, tekun, teliti, disukai banyak orang, emosional, tidak mudah percaya, tidak bisa menahan keinginan, ambisius.

Tanggal 13 = Ar Ra’du (Guruh / Petir)
Sifat dan Karakternya : Pemikir, dinamis, menyukai perbedaan, mudah menarik perhatia, logis, suka berdebat, tempramental, lambat memahami sesuatu.

Tanggal 14 = Ibrahim
Sifat dan Karakternya : Pembimbing yang baik, patuh pada aturan, keras dan tegas, banyak rencana, rela berkorban.

Tanggal 15 = Al Hijr (Batu)
Sifat dan Karakternya : Perfeksionis, keras kepala, telaten, gampang goyah pendiriannya, mudah dipengaruhi.

Tanggal 16 = An Nahl (Lebah)
Sifat dan Karakternya : Rajin dan tekun, ramah, peka pada suasana di sekitarnya, berjiwa sosial, pandai memanfaatkan kesempatan, rapi, cerewet, sensitif dan agak cengeng, pendendam.

Tanggal 17 = Al Israa
Sifat dan Karakternya : Idealis, banyak ide, suka berkhayal, emosional, lebih produktif jika beraktivitas pada malam hari (kegiatan yang baik dan bermanfaat).

Tanggal 18 = Al Kahfi
Sifat dan Karakternya : Suka menolong, pengamat yang baik, pandai menyimpan rahasia, tidak mudah percaya, suka memendam masalah dan mengurung diri, susah ditebak maksudnya.

Tanggal 19 = Maryam
Sifat dan Karakternya : Pengasuh, kekanak-kanakan, menyukai anak-anak, suka mengajar, sabar, memiliki banyak cara menyelesaikan masalah, bicara berdasar bukti, sering difitnah.

Tanggal 20 = Thaha
Sifat dan Karakternya : Misterius, suka bepergian, memegang teguh aturan, suka lari dari masalah.

Tanggal 21 = Al Anbiyaa
Sifat dan Karakternya : Bertanggung jawab, seorang pemimpin dan pemikir, pendengar yang baik, menerima apa adanya (ikhlas), tidak banyak kemauan.

Tanggal 22 = Al Hajj
Sifat dan Karakternya : Segala sesuatu harus sempurna, mudah dipengaruhi, gampang terpengaruh, terburu-buru ingin cepat sampai tujuan, menyukai keramaian, sering berfikir muluk.

Tanggal 23 = Al mu’minuun
Sifat dan Karakternya : Normatif, sensitif, feminim, fanatik terhadap sesuatu, mudah terpancing emosinya.

Tanggal 24 = An Nuur
Sifat dan Karakternya : Mudah memberikan jalan keluar, cermat memilah masalah, pendengar setia, mudah tersinggung, suka mengungkit-ungkit, gampang menyalahkan.

Tanggal 25 = Al Furqan
Sifat dan Karakternya : Punya skala prioritas, gemar membandingkan, ceplas ceplos, kurang inisiatif dan tidak banyak kemauan.

Tanggal 26 = Asy Syuara
Sifat dan Karakternya : Pandai mengambil hati, suka berbelit-belit, kurang berani untuk menyampaikan keinginan, agak cerewet, tidak banyak keinginan, kurang romantis.

Tanggal 27 = An Naml
Sifat dan Karakternya : Insting kuat, memiliki perencanaan yang baik, pandai memanfaatkan peluang, susah bekerja sendiri, mudah panik, tidak bisa disalahkan, mudah tersinggung, tidak bisa ditentang.

Tanggal 28 = Al Qashash
Sifat dan Karakternya : Berani menyampaikan keinginan dan pendapat, memegang komitmen, mudah bergaul, tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan, pendendam, emosional, romantis, pencemburu.

Tanggal 29 = Al Ankabuut
Sifat dan Karakternya : Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang menyukai keramaian, tidak berfikir panjang, kurang pandai memelihara jaringan, bekerja kurang sistematis, mudah tersinggung.

Tanggal 30 = Ar Ruum
Sifat dan Karakternya : Optimis, banyak akal, anggun, tempramental, suka bertindak semaunya dan ingin menang sendiri, pencemburu berat, setiap kemauannya harus dipenuhi.

Tanggal 31 = Lukman
Sifat dan Karakternya : Bijaksana, seorang pemimpin, melindungi komunitasnya, sabar, tekad kuat, otoriter, setiap perintahnya harus dituruti.
Sesuaikah karakteristik sifat Anda berdasarkan Surat di atas ? Wallahu’alam

Categories: ,

Sabtu, 20 April 2013

Trombositmu itu samadengan Besi





kamu tau BESI ? beneran !


Kalau kamu pertimbangkan makna harfiah dari kata "diturunkan" maksudnya "bener-bener turun secara fisik dari langit", kamu bakal nyadar kalau ayat itu menyiratkan keajaiban ilmiah yang sangat signifikan lho. Itu karena, temuan astronom modern (seperti saya*) mengungkapkan kalau besi yang berada di bumi pertiwi kita ini sebenarnya alien yang datang dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. 

fakta menariknya Logam berat itu ternyata diproduksi oleh inti bintang besar yang ada diluar angkasa sana (Wouw). kamu tau kalau tata surya kita tidak memiliki sebuah struktur yang cocok untuk menghasilkan besi sendiri lho. faktanya lagi Besi cuma bisa diproduksi di bintang yang jauh yang lebih besar daripada Matahari, di mana suhunya mencapai ratus juta derajat.

Diagnosisnya ketika jumlah besi itu telah melampaui batas tertentu dari kapasitas sebuah bintang, meski lambat tapi pasti (alon-alon tapi kelakon) bintang besar itu jadi tidak mampu mengakomodasinya --sama seperti tubuhmu yang kebanyakan trombosit lambata laun pembuluh darah dan jantungmu tidak kuat menampung-- akhirnya bintang besar itu meledak, yang terkenal dengan nama "nova" atau "supernova". --kalau tubuhmu yang meledak mungkin bakal terkenal dengan sebutan ""muncrat atau superMuncrat"-- 

jadi akibat ledakan itu, meteor-meteor yang mengandung besi itu tersebar di seluruh alam semesta dan mereka bergerak melalui kekosongan sampai tertarik oleh gaya gravitasi benda angkasa seperti Bumiku ini.

Categories:

Minggu, 18 November 2012

PERTANDINGAN QURAN & TRIPITAKA

APA TRIPITAKA ITU ?
 

Tipitaka (Pali) atau Tripitaka (Sansekerta) merupakan Kitab Suci Agama Buddha. Tipitaka terdiri dari 3 kitab (pitaka), yaitu :
 

1. Vinaya Pitaka adalah bagian pertama dari tiga bagian Tripitaka, kitab suci agama Buddha. Bagian ini berisi hal-hal yang berkenaan dengan peraturan-peraturan bagi para bhikkhu -Bhiksu, atau kadangkala dieja sebagai biksu-, atau bikkhu -biksuni, bhikkhuni, atau bikkhuni untuk wanita- merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta dalam bahasa Indonesia yang merujuk kepada seorang rahib atau rohaniawan agama Buddha. 

Setiap peraturan itu di rumuskan disusun, dan dibukukan menurut perkembangan kebiaraan sepanjang sejarahnya. Dari jumlah 227 buah peraturan yang ada jmlah in menurut penelitian sarjana-sarjana perbandingan agama, mungkin Cuma sejumlah kecil saja yang betu-betul berasal dari Buddha Gautama.
 

2. Sutta Pitaka adalah bagian pertama dari tiga bagian Tripitaka, kitab suci agama Buddha. Sutta Pitaka terdiri atas 5 kumpulan (Nikaya) atau buku, yaitu:
a. Digha Nikaya
b. Majjhima Nikaya
c. Satyutta Nikaya
d. Atguttara Nikaya
e. Khuddaka Nikaya
 

yang berisikan khotbah-khotbah Sang Buddha. Bagian terbesar daripadanya terdiri atas percakapan (dialog) antara Buddha dengan berbagai muridnya. Di dalamnya juga termasuk kitab-kitab tentang pertekunan (meditasi) dan peribadatan (devosi).
 

Dan juga himpunan kata-kata hikmah, himpunan sajak-sajak agamawi, kisah-kisah kiasan, kisah berbagai orang suci dan sebagainya. Satta terbagi kepada berbagai Nikaya, dan setiap Nikaya itu terbagi kepada Vagga. Keseluruhan himpunan ini di tujukan bagi kalangan awwam dalam agama Buddha.
 

3. Abhidhamma Pitaka, adalah kitab yang berisikan tentang uraian mengenai filsafat, metafisika dan ilmu jiwa Buddha Dhamma, yang terdiri dari 42.000 Dhammakhandha (pokok Dhamma), yang terbagi menjadi:
a. Dhamma sangai
b. Vibhanga
c. Dhatukatha
d. Puggala paññatti
e. Kathavatthu
f. Yamaka
g. Patthana

yang berisikan Ajaran tentang metafisika dan ilmu kejiwaan.
Abhidhamma berasal dari istilah Pali yang secara etimologinya terdiri dari dua kata yaitu Abhi yang berarti tinggi, agung, luhur, luas, dan Dhamma yang berarti kebenaran atau ajaran kebenaran dari Sang Buddha. Jadi Abhidhamma berarti ajaran yang luhur, agung, atau tinggi dari Sang Buddha. Yang ditujukan bagi lapisan terpelajar, berisikan himpunan pembahasan mendalam tentang proses, pemikiran dan proses kesadaran. Peling terkenal dalam himpunan itu ialah Milinda Panha (dialog dengan raja Milindha) dan pula Visuddhi Maga (jalan menuju kesucian).
 

Sebagai ajaran tertinggi Abhidhamma memungkinkan seseorang untuk mencapai pembebasan mutlak dari semua bentuk penderitaan, karena Abhidhamma berguna untuk mengembangkan pandangan terang (Vipassana bhavana). Tetapi tidak pula dikatakan bahwa Abhidhamma mutlak atau sangat perlu untuk mencapai kebebasan, pengertian dan pencapaian kebebasan semata-mata tergantung pada diri sendiri. Dikatakan bahwa Empat Kesunyataan Mulia yang merupakan landasan ajaran Sang Buddha terdapat dalam diri masing-masing manusia. Dhamma tidak terlepas dari diri manusia sendiri; manusia perlu mencari ke dalam diri mereka sendiri dan kebenaran akan tampak.

SEJARAH PITAKA
Setelah Sang Buddha Parinibbana (543 SM), tiga bulan kemudian diadakan Sidang Agung Sangha (Sangha Samaya).

 

A. SIDANG AGUNG I (KONSILI I)
 

Diadakan pada tahun 543 SM (3 bulan setelah bulan Mei), berlangsung selama 2 bulan Dipimpin oleh YA.Maha Kassapa dan dihadiri oleh 500 orang Bhikkhu yang semuanya Arahat. Sidang diadakan di Goa Satapani di kota Rajagaha. Sponsor sidang agung ini adalah Raja Ajatasatu.
Tujuan Sidang:
 

Menghimpun Ajaran Sang Buddha yang diajarkan kepada orang yang berlainan, di tempat yang berlainan dan dalam waktu yang berlainan. Mengulang Dhamma dan Vinaya agar Ajaran Sang Buddha tetap murni, kuat, melebihi ajaran-ajaran lainnya. Y.A. Upali mengulang Vinaya dan Y.A. Ananda mengulang Dhamma. Kesimpulan/Hasil Konsili I:
 

Sangha tidak akan menetapkan hal-hal mana yang perlu dihapus dan hal-hal mana yang harus dilaksanakan, juga tidak akan menambah apa-apa yang telah ada. Mengadili Y.A. Ananda Mengucilkan Chana Agama Buddha masih utuh.

 

B. SIDANG AGUNG II (KONSILI II)
 

Diadakan pada tahun 443 SM (100 tahun sesudah yang I), berlangsung selama 4 bulan. Dipimpin oleh YA. Revata dan dibantu oleh YA. Yasa serta dihadiri oleh 700 Bhikkhu. Sidang diadakan di Vesali Sponsor sidang agung ini adalah Raja Kalasoka. Tujuan Sidang:
 

Sekelompok Bhikkhu Sangha (Mahasanghika) menghendaki untuk memperlunak Vinaya yang sangat keras (tetapi gagal). Kesimpulan/Hasil Konsili II:
Kesalahan-kesalahan para Bhikkhu dari suku Vajjis yang melangggar pacittiya dibicarakan, diakui bahwa mereka telah melanggar Vinaya dan 700 Bhikkhu yang hadir menyatakan setuju. Pengulangan Vinaya dan Dhamma, yang dikenal dengan nama "Satta Sati" atau "Yasathera Sanghiti" karena Bhikkhu Yasa dianggap berjasa dalam bidang pemurnian Vinaya.

 

C. SIDANG AGUNG III (KONSILI III)
 

Diadakan pada tahun +/- 313 SM (230 tahun setelah sidang I). Dipimpin oleh Y.A. Tissa Moggaliputta. Sidang diadakan di Pataliputta. Sponsor Sidang Agung ini adalah Raja Asoka dari Suku Mauriya. Tujuan Sidang:
 

Menertibkan perbedaan pendapat yang mengaktifkan perpecahan Sangha. Memeriksa dan menyempurnakan Kitab Suci Pali (memurnikan Ajaran Sang Buddha). Raja Asoka meminta agar para Bhikkhu mengadakan upacara Uposatha setiap bulan, agar Bhikkhu Sangha bersih dari oknum-oknum yang bermaksud tidak baik. Kesimpulan / Hasil Konsili III:
 

Menghukum Bhikkhu-Bhikkhu selebor. Ajaran Abhidhamma diulang tersendiri oleh Y.A. Maha Kassapa, sehingga lengkaplah pengertian Tipitaka (Vinaya,Sutta, dan Abhidhamma). Jadi pengertian Tipitaka mulai lengkap (timbul) pada Konsili III. Y.A. Tissa memilih 10.000 orang Bhikkhu Sangha yang benar-benar telah memahami Ajaran Sang Buddha untuk menghimpun Ajaran tersebut menjadi Tipitaka dan perhimpunan tersebut berlangsung selama 9 bulan. Keterangan:
 

Pada saat itu Sangha sudah terpecah dua, yaitu : Theravãda (Sthaviravada) dan Mahasanghika. Sementara itu ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa pada Konsili III ini bukan merupakan konsili umum, tetapi hanya merupakan suatu konsili yang diadakan oleh Sthaviravada.

 

D. SIDANG AGUNG IV (KONSILI IV)
 

Diadakan pada masa pemerintahan Raja Vattagamani Abhaya (tahun 101 - 77 SM). Dipimpin oleh Y.A. Rakhita Mahathera dan dihadiri oleh +/- 500 Bhikkhu. Sidang diadakan di Alu Vihara (Aloka Vihara) di Desa Matale. Tujuan Sidang:
Mencari penyelesaian karena melihat terjadinya kemungkinan-kemungkinan yang mengancam Ajaran-ajaran dan kebudayaan-kebudayaan Agama Buddha oleh pihak-pihak lain. Kesimpulan / Hasil Konsili IV:
Mengulang Tipitaka. Menyempurnakan komentar Tipitaka. Menuliskan Tipitaka dan komentarnya di atas daun lontar. Keterangan:
Konsili ini diakui sebagai konsili yang ke IV oleh sekte Theravãda.
 

Beberapa minggu setelah Sang Buddha wafat (483 SM) seorang Bhikkhu tua yang tidak disiplin bernama Subhaddha berkata : "Janganlah bersedih kawan-kawan, janganlah meratap, sekarang kita terbebas dari Pertapa Agung yang tidak akan lagi memberitahu kita apa yang sesuai untuk dilakukan dan apa yang tidak, yang membuat hidup kita menderita, tetapi sekarang kita dapat berbuat apa pun yang kita senangi dan tidak berbuat apa yang tidak kita senangi" (Vinaya Pitaka II,284). Maha Kassapa Thera setelah mendengar kata-kata itu memutuskan untuk mengadakan Pesamuan Agung (Konsili) di Rajagaha.
 

Dengan bantuan Raja Ajatasattu dari Magadha, 500 orang Arahat berkumpul di Gua Sattapanni dekat Rajagaha untuk mengumpulkan ajaran Sang Buddha yang telah dibabarkan selama ini dan menyusunnya secara sistematis. Yang Ariya Ananda, siswa terdekat Sang Buddha, mendapat kehormatan untuk mengulang kembali kotbah-kotbah Sang Buddha dan Yang Ariya Upali mengulang Vinaya (peraturan-peraturan). Dalam Pesamuan Agung Pertama inilah dikumpulkan seluruh ajaran yang kini dikenal sebagai Kitab Suci Tipitaka (Pali). Mereka yang mengikuti ajaran Sang Buddha seperti tersebut dalam Kitab Suci Tipitaka (Pali) disebut Pemeliharaan Kemurnian Ajaran sebagaimana sabda Sang Buddha yang terakhir: "Jadikanlah Dhamma dan Vinaya sebagai pelita dan pelindung bagi dirimu".
 

Pada mulanya Tipitaka (Pali) ini diwariskan secara lisan dari satu generasi ke genarasi berikutnya. Satu abad kemudian terdapat sekelompok Bhikkhu yang berniat hendak mengubah Vinaya. Menghadapi usaha ini, para Bhikkhu yang ingin mempertahankan Dhamma - Vinaya sebagaimana diwariskan oleh Sang Buddha Gotama menyelenggarakan Pesamuan Agung Kedua dengan bantuan Raja Kalasoka di Vesali, di mana isi Kitab Suci Tipitaka (Pali) diucapkan ulang oleh 700 orang Arahat. Kelompok Bhikkhu yang memegang teguh kemurnian Dhamma - Vinaya ini menamakan diri Sthaviravada, yang kelak disebut Theravãda. Sedangkan kelompok Bhikkhu yang ingin mengubah Vinaya menamakan diri Mahasanghika, yang kelak berkembang menjadi mazhab Mahayana. Jadi, seabad setelah Sang Buddha Gotama wafat, Agama Buddha terbagi menjadi 2 mazhab besar Theravãda dan Mahayana.
 

Pesamuan Agung Ketiga diadakan di Pattaliputta (Patna) pada abad ketiga sesudah Sang Buddha wafat (249 SM) dengan pemerintahan di bawah Kaisar Asoka Wardhana. Kaisar ini memeluk Agama Buddha dan dengan pengaruhnya banyak membantu penyebarkan Dhamma ke suluruh wilayah kerajaan. Pada masa itu, ribuan gadungan (penyelundup ajaran gelap) masuk ke dalam Sangha dangan maksud meyebarkan ajaran-ajaran mereka sendiri untuk meyesatkan umat. Untuk mengakhiri keadaan ini, Kaisar menyelenggarakan Pesamuan Agung dan membersihkan tubuh Sangha dari penyelundup-penyelundup serta merencanakan pengiriman para Duta Dhamma ke negeri-negeri lain.
 

Dalam Pesamuan Agung Ketiga ini 100 orang Arahat mengulang kembali pembacaan Kitab Suci Tipitaka (Pali) selama sembilan bulan. Dari titik tolak Pesamuaan inilah Agama Buddha dapat tersebar ke suluruh penjuru dunia dan terhindar lenyap dari bumi asalnya.
 

Pesamuan Agung keempat diadakan di Aluvihara (Srilanka) di bawah lindungan Raja Vattagamani Abhaya pada permulaan abad keenam sesudah Sang Buddha wafat (83 SM). Pada kesempatan itu Kitab Suci Tipitaka (Pali) dituliskan untuk pertama kalinya. Tujuan penulisan ini adalah agar semua orang mengetahui kemurnian Dhamma Vinaya.
 

Dengan demikian, Agama Buddha mazhab Theravãda dalam pertumbuhannya sejak pertama sampai sekarang, termasuk di Indonesia, tetap mendasarkan penghayatan dan pembabaran Dhamma - Vinaya pada kemurnian Kitab suci tipitaka (Pali) sehingga dengan demikian tidak ada perbedaan dalam hal ajaran antara Theravãda di Indonesia dengan Theravada di Thailand, Srilanka, Burma maupun di negara-negara lain.
 

Sampai abad ketiga setelah Sang Buddha wafat mazhab Sthaviravada terpecah menjadi 18 sub mazhab, antara lain: Sarvastivada, Kasyapiya, Mahisasaka, Theravãda dan sebagainya. Pada dewasa ini 17 sub mazhab Sthaviravada itu telah lenyap. Yang masih berkembang sampai sekarang hanyalah mazhab Theravãda (ajaran para sesepuh). Dengan demikian nama Sthaviravada tidak ada lagi. Mazhab Theravãda inilah yang kini dianut oleh negara-negara Srilanka, Burma, Thailand, dan kemudian berkembang di Indonesia dan negara-negara lain.

APAKAH AL QUR AN ITU ?
Al Qur an berarti “Bacaan” asal kata Qarra, kata Al Qur an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu Maqru (dibaca).
Di dalam Al Qur an sendiri ada pemakaian kata “Qur an” dalam arti demikian sebagai tersebut dalam ayat 17,18 surat Al Qiyamah :


Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (17)
Adapun definisi Al Qur an adalah “Kalam Allah swt. Yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatier serta membacanya adalah ibadah”.
Ditinjau dari segi masa turunnya, maka Al Qur an dibagi atas dua golongan :
 

A. Makkiyah atau ayat-ayat yang diturukan di makkah sebelum nabi Muhammad saw. Hijrah ke Madinah. Makkiyah pada umumnya pendek-pendek merupakan 19/30 dari isi al Qur an jumlah ayatnya 4.780 ayat. Makkiyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pelajaran dan budi pekerti.
 

B. Madaniyah atau ayat-ayat yang diturunkan di Madinah setelah Nabi Muhammad saw. Hijrah. Madaniyah pada umumnya panjang-panjang merupakan 11/30 dari isi al Qur an junlah ayatnya 1.456 ayat. Megandung hokum-hukum, baik yang berhubungan dengan hokum adat atau hokum duniawi, hokum perang, hokum internasional, hokum antar agama dan lain lain.



 

SEJARAH PEMELIHARAAN AL-QUR AN
 

Pada permulaan islam bangsa Arab adalah suatu bangsa yang buta huruf, amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca.
Mereka belum mengenal kertas yang dikenal sekarang. Perkataan “al Waraq” (daun) yang lazim pula dipakaikan kepada daun kayu saja. Adapun kata ‘Al Qirthas” yang diambil oleh bahasa Indonesia “kertas” hanyalah dipakai untuk bahan-bahan menulis saja yaitu : kulit binatang, batu yang tipis dan licin, pelepah korma, tulang binatang dan lain-lain sebagainya.
 

Kendati bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf, tetapi mereka mempunyai ingatan yang amat kuat. Hal ini menjadi Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan sya’ir-sya’ir dari para pujangga.
Pada peperangan badar, orang-orang musyirikin yang ditawan oleh Nabi saw. Yang tidak mampu menebus dirinya dengan uang, tetapi pandai menulis baca, masing-masing dharuskan mengajar sepuluh orang muslim menulis dan membaca sebagai ganti tebusan.
 

Di dalam al Qur an pun banyak ayat-ayat yang menutarakan penghargaan yang tinggi terhadap huruf, pena dan tulisan. Firman Allah swt. :
2. Nun*, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
 

[*] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Karena itu bertambahlah keinginan untuk menulis dan membaca dan banyak orang yang menulis ayat-ayat yang telah diturunkan. Nabi sendiri memiliki beberapa orang yang bertugas untuk menulis ayat-ayat al Qur an untuk beliau. Mereka adalah Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Zubair bin Awwam, Zaid bin Tsabit, Mu’awiyah bin Abi Sofyan, Ubay bin Ka’ab, Muhammad bin Musallamah, Arqom bin Abi Arqom, Ibban bin Said bin Ash, Khalid bin Said bin Ash, Tsabit bin Kais, Hamzah bin Rabiah, Khalid bin Walid, Abdullah bin Arqom, Allak bin Otbah, Muhainah bin Sya’abah, dan Syarhabl bin Hassanah.
 

Kumpulan catatan yang telah dikumpulkan tersimpan selama masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar yang dua tahun lamanya dan juga ddlam pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab yang sepuluh tahun lamanya. Dalam masa 12 tahun itu wilayah kekuasaaan Islam telah meluas keluar Arabia. Menguasai wilayah Imperium Parsi dan berbagai wilayah dari Imperium Roma timur.
 

Seiring dengan hal itu, Tokoh-tokoh terkemukan dari golongan anshor banyak yang meninggal dan gugur dalam medan perang. Jumlah para sahabat Nabi yang terpandang al Huffadz itu makin bertambah kecil, dikawatirkan kalangan al Huffadz itu akan makin menciut di ibukota Madinah karena sedah terpencar pada berbagai wilayah yang demikian luasnya.
 

Oleh karena itu Khalifah Utsman bin Affan pada masa pemerintahannya membentuk lembaga di bawah pimpinan Zaid bin Tsabit untuk melakukan penaskahan kitab suci Al Qur an dari kupulan catatan yang tersimpain ditangan Hafshah binti Khattab.
 

Kepada setiap wali (gubernur) pada setiap wilayah Islam dewasa itu, yang telah terbagi kepada sekian banyak perwaian. Dikirimkan sebuah naskah resmi dari kitab suci Al Qur an yang di bubuhi capresmi oleh khalifah Ustaman bin Affan. Itulah yang dikenal sampai masa sekarang ini dengan mushaf Utsmani. Beberapa naskah masih tersimpan dengan baik dewasa ini pada berbagai museum di dunia dan sebuah diantarannya pad museum Tashkent di Uni Sovyet. Sebuah naskah lain di hadiahkan oleh sultan Turki kepada Kaisar Wilhelm II dari Jerman, sebagai naskah antic yang tiada ternilai harganya. 

Oleh karena Jerman kalah dalam peperangan dunia pertama (1914-1918) dan terikat perjanjian Versaillis (1919) yang terkenal itu maka fasal 246 berbunyi :
“within six months from the comng into force of the present treaty, Germany will restone to his majesty, the king of the Hedjaz the original Koran of the Caliph Othman, which was removed from Medina by the Turkiah authorities and is states to have been presented to the ex emperor Wilhelm II” bermakna
“di dalam tempo enam bulan perjanjian ini belaku. Jerman akan mengembalikan al Qur an yang asli dari Khalifah Ustman, kepada paduka yang Mulia raja Hejaz yang tadinya diangkut dari Madinah oleh pejabat-pejabat Turki dan dinyatakan sudah dihadiahkan kepada bekas Kaisar Wilhelm II”

Dengan begitu, berbeda dari kitab suci berbagai agama lainnya, agama Islam sampai pada masa ini memiliki naskah Otentik dari kitab sucinya yang berasal dari Nabi Muhammad, dengan begitu, tidak satu kalimat pun, jangankan satu huruf tidak pernah mengalami perubahan dalam masa yang demikian panjang.
Dalam pada itu, tiap-tiap zaman dan masa Al Qur an dihafal oleh jutaan umat Islam, ini adalah salah satu inayah Tuhan untuk menjaga al Qur an. Dengan demikian terbuktilah firman Allah :

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."

Categories:

BUMIKU RUMAHKU TEMPATKU BERBAKTI PADA UMMAT

alu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari Keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (QS. Al-Baqarah : 36).

Allah menunjukkan bumi sebagai tempat menetap, tempat yang sangat setabil dan penuh dengan fasilitas hidup. di dalam al Quran itu tertera begini "wa lakum fil ardh mustaqarr wa mata'un ila hiin" (QS. 01: 36). bahwa dibumi ini ada unsur mustaqarr dan mata'.

mustaqarr artinya tempat menetap yang memenuhi syarat dan stabil. itu bisa terwujud karna berbagai instrumen yang menjadi syarat mutlak kehidupan tersedia, seperti oksigen, sinar, grafitasi, keseimbangan, gunung sebagai pasak (QS.20:53), jalan dan sungai sebagai petunjuk (QS. 21:31) dan lain-lain.

sedangkan "mata' " adalah kenyamanan hidup diatas standart dasar seperti binatang, tumbuhan, jenis warna, buah-buahan (QS.31:10,35:27-28) dan lain-lain. dalam ilmu ma'ani, bagian disiplin ilmu balaghah.

susunan diatas yang mendahulukan khabar (lakum) dan menakhirkan mubtada' (mustaqarr dst). yang di back up dengan huruf ‘lam’ bermakna empunya dengan faidah taskhih (bentuk spesifik atau khusus), maka kalimat di atas bermakna kehususan, seolah terkandung siratan makna begini : hanya dibumi ini saja kamu bisa hidup mustaqarr dan bernilai mata' (nyaman).

bagi manusia di planet lain, ini bukan berarti mendahului yang kuasa atau membatasi penemuan planet baru yang senyaman bumi. rasanya Allah swt sudah memilih secara tepat bagi manusia dari sekian planet yang Dia ciptakan, dan bumi yang paling layak serta paling nyaman bagi kehidupan manusia sebagai sumber penghidupan (QS.15:20) karena itu, kita wajib menjaganya sebaik mungkin. jangan dirusak, jangan dikotori jangan dicemari, dan jangan berbuat onar diatas bumi . bila terjadi karusakan di Bumi ini pada dasarnya akibat ulah manusia, itu sebabnya perlu dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan isinya dengan tidak berlebih-lebihan dan ‘sak karepe dewe’ sesuka hati. (QS.30:41)

Categories:

KETIKA AL QURAN BERBICARA ..!

waktu engkau masih kanak-kanak, engkau laksana kawan sejatiku
dengan wudlu aku engkau sentuh dalam keadaan suci
aku engkau pegang, engkau junjung dan engkau pelajari
aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
setelah tumbuh usia engkau pun selalu menciumku mesra

sekarang engkau telah dewasa ..
nampaknya engkau sudah tak berminat lagi padaku
apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah
menurutmu aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar ngaji saja?

sekarang aku engkau simpan rapih sekali
hingga kadang engkau lupa dimana engkau menyimpanku
aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
kadang kala aku hanya dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
atau aku dibuat penangkal untuk menakuti hantu dan setan
kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
diatas lemari, di dalam laci, aku engkau pendam

dulu.. pagi-pagi .. surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
sore hari aku engkau baca ramai-ramai bersama temanmu disurau
sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi ...
engkau baca koran dan nonton berita TV pagi
waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah yang Maha Sempurna
engkau campakkan, engaku abaikan dan engkau lupakan

waktu berangkat pun kadang engkau lupa baca pembuka surah-surahku (basmalah)
diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
tidak ada kaset yang berisi ayat Allah swt yang terdapat padaku di laci mobilmu
sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
di meja kerjamu tidak ada aku untuk engkau baca sebelum kau mulai kerja
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang engkau abaikan

engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam didepan TV dan komputer
menonton pertandingan sepakbola, musik dan film

waktu pun cepat berlalu .. aku menjadi semakin kusam dalam lemari
mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
seingatku hanya awal RAMADHAN engkau membacaku kembali
itu pun hanya beberapa lembar dariku
engkau pun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku

apakah koran, TV, radio, komputer dapat memberimu pertolongan ??
bila engaku di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya
hanya dengan ayat-ayat Allah swt yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

setiap saat berlalu.. kuranglah jatah umurmu..
dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu
engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati
di kuburmu nanti ...

aku datang sebagai pemuda gagah nan tampan
yang akan membantu engkau membela diri
bukan koran yang engkau baca yang membantumu
dari perjalanan di alam akhirat
tapi akulah al Quran kitab sucimu
yang senantiasa setia menerimamu dan melindungimu

peganglah aku lagi.. bacalah kembali aku setiap hari
karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
yang berasal dari Allah swt Tuhan yang Maha Sempurna
yang disampaikan oleh jibril kepada Nabi Muhammad Rasulullah saw

sentuhlah aku kembali
baca dan pelajari lagi aku
setiap datangnya pagi dan sore hari seperti dulu.. dulu sekali
jangan biarkan aku sendiri dalam bisu dan sepi

Categories:

BERBAGAI TIPS BACA QURAN YANG PERLU DIPERHATIKAN

tips dan latihan berikut ini cukup mudah untuk dilakukan dan dapat meningkatkan kualitas ngaki kita. lakukan sebagai persiapan sebelum manggung atau di waktu senggang. mari kita coba... 

pernafasan 
diafragma terletak diantara perut dan dada, saat melakukan pernafasan diafragma dada dan bahu tidak ikutan bergerak. begitu pula perut atau pun bagian tubuh yang lain seharusnya juga nggak boleh tegang santai saja dan rileks adalah kuncinya 

kadang kita juga ngerasa pusing. hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya oksigen yang kita hirup. untuk itu segeralah atur nafas kembali dengan teratur 

untuk mengaji, lakukanlah latihan pernafasan dengan menarik maupun menghembuskan nafas lewat mulut. latihan pernafasan lewat mulut ini pendek-pendek, perlahan-lahan dan tanpa suara 

membentuk mulut 
untuk mengaji, kita juga harus bisa membuka mulut dengan baik, untuk menghasilkan bunyi yang baik pula. selalu bayangkan membunyikan vokal / makhoraj huruf kearah depan mulut 

mulut yang terbuka (misalnya membunyikan harkat fathah) selalu membentuk huruf V dari tepi mulut menuju ujung dagu atau dua jari berjajar tegak masuk ke mulut. ingat pula jangan biarkan rahang sampai tegang 

jangan pula sampai menahan dagu berlebihan, karena sama halnya dengan menegangkan otot rahang. pada dasarnya, gerakan mulut berarti hanya mulut yang bergerak 

membuka mulut bisa juga dibayangkan seperti saat menggigit buah apel, mulut terbuka lebar dan kita menepikan bibir ke sisi luar 

saat berlatih mengaji, perhatikan lidah agat selalu berada didasar mulut, sehingga tidak menutupi jalan udara yang mempengaruhi kualitas suara. lebih mudahnyaa, tempatkan ujung lidah kebagian belakang gigi bawah 

inspirasi dari kitab Sirojul Quro' 

Categories:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Celotehtahulotek | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑