Kamis, 17 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Categories: Graphic Signer
Categories: Graphic Signer
Categories: Graphic Signer
mereka berdiri disana dengan celana pendek, sangat pendek, super pendek yang mereka anggap sebagai model terkini.
sedangkan kau disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabmu
mereka berdiri disana dengan dempulan make up di wajahnya yang mereka percayai sebagai kebebasan berseni.
sedangkan kau di sini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabmu
mereka masih berdiri di sana dengan rambut basah oleh gel rebounding warna warni, penuh jilatan kimia yang mereka anggap kemurnian mahkota jiwa.
sedangkan kau di sini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabmu
mereka berdiri di sana berdua, sangat dekat dengan kekasihnya yang membuat mereka sanggup memberikan segalanya dari tubuh mereka.
sedangkan kau di sini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabmu
mereka berdiri di sana asyik berbicara untuk membeli celana pencil model baru, gadget canggih, bahkan cara menggaet pacar baru yang mereka anggap sebagai memahami keindahan ciptaan Tuhan dan ekspresi cinta.
sedangkan kau di sini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabmu
karena jilbabmu itulah pelindingmu, kekasihmu, kesetiaanmu, kemurnianmu, kecantikanmu dan alatmu untuk mengingat Allah Ta'ala.
saat kau pakai jilbabmu di atas kepalamu, kau tahu bahwa segala kesesatan yang dibawa setan akan dilenyapkan. setelah selesai kau sematkan jilbabmu dengan Hamdalah, KAU TELAH BEBAS.
Categories: Graphic Signer
Senin, 14 Januari 2013
Wahai Muslimah yang lembut jujur tuturnya santun perangainya, kau penopang hati ini, penghalus tangan ini, penuntun kaki ini.
Wahai Muslimah teruskan karyamu tak usah kawatir akan statusmu, tak usah kawatir akan usiamu, teruslah melangkah jelajahi samudra ilmu, menapaki selat-selat dakwahmu, mengubah dunia menjadi daun kelor, teruskan memacu larimu merubah jarak kebatilan menjadi jarak silaturahim
Wahai Muslimah apa yang kau butuhkan hidup ini siap untuk mengabulkannya, teruslah menulis karena pedang penamu dapat melukai hati para Muslim yang tersesat
Teruslah menolong pada yang menderita, tak usah ragu akan kotor karena tangan ini yang akan menyucikannya, gunakan senyummu untuk menyembuhkan orang sakit, gunakan matamu untuk menyejukkan hati yang terluka, gunakan tuturmu untuk memberi harapan bagi yang putus asa.
Wahai Muslimah kau baktikan hidupmu pada ummat tunduk patuh pada agamamu, selalu bersyukur atas Tuhanmu.
Wahai Muslimah ambillah tubuh ini semua untukmu karena baktimu pada Allah ta'ala.
kau Muslimah yang serahkan hidupmu pada Allah maka diri ini pun rela berkorban untukmu karena Allah.
janji Allah pasti mencintaimu dan juga mencintai orang yang kaucintai
Categories: Otehan Lotek
Minggu, 13 Januari 2013
Categories: Graphic Signer
Sabtu, 12 Januari 2013
Membuat presentasi merupakan keterampilan yang penting untuk dimiliki. presentasi yang baik merupakan cara terbaik untuk mendapatkan teman dan memengaruhi orang lain. disisi lain juga dapat dengan cepat menghancurkan karirmu sendiri. tulisan ini bakal memberimu saran yang baik tentang bagaimana kamu dapat meningkatkan keterampilan presentasimu
Categories: Komunikotriosis Presentation
Sepertinya presentasi di sekolah itu tidak bakal stres. kalau kamu tahu, berdiri di depan kelas selama 10-15 menit bisa sangat menegangkan lho. butuh banyak disiplin dan latihan
KETIKA MELAKUKAN PRESENTASI
ketika persiapan presentasi kamu harus :
Categories: Komunikotriosis Presentation
Jumat, 11 Januari 2013
Selebaran atau flyer merupakan hal yang terbaik dalam menarik perhatian banyak orang, karena efisien biasanya bersaing dengan lautan selebaran lainnya. tulisan ini akan berfokus pada bagaimana cara membuat selebaranmu menarik perhatian.
TAHAP PERTAMA
Kunjungi tempat-tempat selebaran. kunjungan tempat-tempat terbaik yang sering ditempeli selebaran - terlepas dari apa pun isi seleran itu - amati selebaran-selebaran itu dan perhatikan apa yang menurut kamu paling menonjol dan menarik.
Categories: Komunikotriosis Presentation
Kamis, 10 Januari 2013
Menyampaikan presentasi kepada khalayak baik besar maupun kecil bisa menjadi tugas yang menakutkan dan penuh kecemasan. kamu bakal berada di depan kumpulan orang yang mungkin ada beberapa orang yang kamu kenal dan bahkan sama sekali tidak kamu kenal.
Kamu berada di atas panggung, semua mata tertuju padamu, penonton punya harapan yang tinggi sama kamu atau mungkin mereka bakal pergi dari sana karna kamu juga. setiap kata, setiap suasana, penampilan kamu, nada suara kamu, belum lagi isi dari presentasi kamu bakal diawasi.
kamu tahu apa yang bakal kamu katakan nantinya tapi ada perasaan mengganggu kalau-kalau kamu bakal salah bicara atau kamu malah diganggu ketika bicara.
Presentasi banyak bentuknya, ada yang formal dengan informasi yang sangat detail, ada juga yang informal. pada intinya adalah bagaimana kamu bisa memastikan audien tidak melewatkan hal-hal penting dan tetap fokus pada pesan yang kamu sampaikan. nah, dibawah ini ada beberapa langkah bagaimana cara mencapai tujuan itu.
Categories: Komunikotriosis Presentation
Senin, 07 Januari 2013
Ekspresi wajah atau mimik secara psikologis adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan manusia, namun juga terjadi pada mamalia lain dan beberapa spesies hewan lainnya.
Categories: Graphic Signer, Palpitasi Komunikasi
Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise.
Categories: Graphic Signer
kasus kriminal dimana-mana ; buronan, orang hilang, teroris dll. yang baru-baru ini aksi Bom koruptor .. Indonesia pasti kuat ..
mungkin, metode pengungkapan kasus yang dilakukan oleh detektif Musa as. sudah saatnya diterapkan pada negara ini; kenapa tidak? deteketif Musa as membangkitkan korban yang mati untuk diintrogasi.
hal ini pernah diterapkan dalam film "Do'a yang mengancam". dimana kemampuan cenayang dimanfaatkan pihak keamanan negara untuk menangkap para buronan, tapi yang mengecewakan ongkosnya minim pisan [malu-maluin].
mungkin dalam film itu sudah ketahuan siapa pelakunya tinggal bukti yang harus diungkap jadi ingat film "Sherlock Holmes" sepertinya ini akan cocok memadukan sains dengan spiritual, detektif Holmes mengungkap kasus yang mustahil diubah jadi terlihat sangat ilmiah.
ada satu lagi film "Deathnotes" seorang analis bernama "L" dengan otak jeniusnya memprediksi setiap kasus dengan akurat. apalagi punya banyak potensi kita sebagai putra Indonesia seperti mereka. ini bukan fiksi tapi memang benar realitas mereka ada, mereka, mereka ada. tinggal kita menemukan mereka atau menciptakan manusia seperti mereka, kita pasti bisa, pasti, itu pasti.
ini mungkin ide gila tapi pasti sangat menguntungkan negeri ini. bila diberi kesempatan besar aku akan membentuk team detective dragon komodo. [plesetan dari film "team medical dragon"] just look at picture below;
bila ini benar-benar terwujud Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan berkembang gimana tidak, seni perpaduan antara supranatural, kejeniusan dengan teknologi berkerja sama dalam satu team. seperti pada film "Naruto" di sesi perang dunia ninja ke-2 ... !
Categories: Otehan Lotek
Minggu, 06 Januari 2013
Categories: Graphic Signer
Kamis, 03 Januari 2013
Categories: Graphic Signer
Ketika berkunjung ke rumah sakit pediatrik, ada rumah sakit (RS) yang menyediakan area bermain bagi anak-anak. Walau pun tidak besar area-nya, tapi cukup membuat senang anak-anak. Anak-anak jadi tidak takut jika harus berkunjung ke RS, baik untuk berobat mau pun menemani orang tuanya yang harus ke RS.
Area bermain anak-anak ini biasanya diisi dengan beberapa permainan, misalnya mobil-mobilan, plorotan, jungkat-jungkit kecil, dll. Area bermain ini didekorasi dengan aneka warna dan ornamen anak-anak, misalnya bintang, bulan, matahari tersenyum, kupu-kupu, dll yang ditempelkan di tembok atau pagarnya. Sungguh menarik bagi anak-anak.
tapi meski pun sudah menyediakan area bermain, ruang tunggu RS dan klinik anak masih belum terperhatikan bagi anak-anak yang sedang sakit. Umumnya masih berupa ruang tunggu biasa selayaknya ruang tunggu umum bagi orang dewasa. Padahal kita bisa buat ruang tunggu anak yang lebih nyaman, sehingga Sang Anak tersayang yang ingin berobat bisa sedikit terhibur.
sebenarnya kita bisa buat sebuah ruang tunggu anak yang nyaman misalnya ornamen anak-anak yang berwarna-warni ditambah dengan sofa anak yang nyaman berbentuk binatang, stiker pohon, aqua, buku bergambar dls. Selain bentuknya yang lucu RS atau Klinik bisa membeli sedikit demi sedikit untuk membangun ruang tunggu yang nyaman bagi anak-anak.
fasilitas hiburan anak-anak itu juga bisa diletakkan di ruang perawatan anak-anak, jadi kalo anak kita sedang rawat inap, teman-teman yang menengoknya juga senang menemaninya.
Categories: Otehan Lotek
Rabu, 12 Desember 2012
Teori yang dikeluarkan oleh Melvin D. Defleur ini menelaah perbedaan-perbedaan di antara individu-individu sebagai sasaran media massa ketika mereka diterpa media massa sehingga menimbulkan efek tertentu. (Effendy,2003;275). Setiap orang memiliki kualitas yang unik yang menghasilkan reaksi berbeda-beda terhadap pesan media massa. Dengan kata lain, reaksi terhadap konten media massa berbeda-beda tergantung tingkat kecerdasan, keyakinan, pendapat, nilai-nilai, kebutuhan, suasana hati, prasangka, nalar, dll. Melvin De Fleur dan Sandra Ball-Rokeach dalam buku: Mass Communication Theory, tentang: Individual differences perspective menyatakan bahwa pesan media massa berisi atribut stimulus tertentu yang memiliki interaksi diferensial dengan karakteristik kepribadian khalayak. Karena terdapat perbedaan individu dalam karakteristik kepribadian di antara khalayak, maka diasumsikan bahwa akan ada efek yang bervariasi sesuai dengan perbedaan tersebut.
Dengan demikian, kebutuhan individu, sikap, nilai, keyakinan dan emosional lainnya memainkan peranan penting dalam menyaring dan memilih paparan media massa. ini berarti bahwa khalayak sangat selektif terhadap apa yang mereka baca, dengarkan atau lihat dari media massa. Individual differences menunjukkan bahwa pola pemahaman dan interpretasi dari satu orang mungkin sangat berbeda dari yang lain tergantung konten media massa. Variabel ‘perbedaan efek’ sebagian besar disebabkan oleh terpaan selektif, persepsi selektif dan retensi selektif konten media massa. faktor-faktor ini bertindak sebagai penghalang antara pesan dan efek, sehingga membatasi dampak ruang lingkup komunikasi massa terhadap khalayak secara langsung.
TERPAAN SELEKTIF
Paparan selektif terjadi ketika orang-orang cenderung untuk mengekspos diri mereka dalam berbagai pesan atau rangsangan yang sesuai dengan kepentingan mereka dan menghindari komunikasi yang menyebabkan disonansi keyakinan mereka. Bittner (1986) menyatakan bahwa teori paparan selektif menyarankan kita agar memilih media massa yang mendukung keyakinan kita serta memiliki program dan informasi menarik bagi kepentingan kita sendiri. Selanjutnya, semakin sering kita menggunakan media massa tersebut, semakin banyak pula pengiriman informasi yang menarik kepada kita. Paparan yang mendukung kepentingan kita secara terus-menerus membuat kita terisolasi secara psikologis. (Richard West, Lynn H. Turner, 2008;138).
PERSEPSI SELEKTIF
Setiap individu pasti menyelekti pesan yang sesuai dengan preferensi mereka, mereka hanya membaca pesan yang sesuai dengan sikap yang ada. Jadi, mereka kemungkinan dapat mengabaikan atau bahkan salah menafsirkan pesan. Misalnya, bila ada seorang politikus, ia mungkin setuju dengan semua apa yang dikatakan para politikus terlepas dari pendapatnya sendiri, tetapi bila lawannya mengatakan sesuatu ia akan langsung menentangnya meskipun lawannya mengatakan hal yang sama. Kita dapat mengatakan politikus itu telah salah dalam melakukan persepsi selektif. itu bukan kejahatan serius tetapi bagaimana distorsi individu dapat bereaksi terhadap pesan. (Wiryanto, 2008;76)
RETENSI SELEKTIF
Retensi selektif berarti bahwa kita cenderung untuk mengingat hal-hal yang akrab bagi kita atau yang kita anggap sesuai dengan prasangka kita. Misalnya, bila seorang politisi membuat pidato, kita mungkin hanya memperhatikan bagian-bagian dari pidato yang kita setuju. bila kita merasakan seluruh pidato tersebut menguntungkan, kita mungkin ingat semua itu. bila kita melihatnya sebagai pidato yang tidak menguntungkan, kita dapat menghapus itu sepenuhnya dari pikiran kita. Bila bagian-bagian dari pidato mempengaruhi kita secara positif, kita mengingat bagian-bagiannya dan melupakan yang negatif atau bagian negatif dapat menjadi hal yang sangat kita ingat. Jadi bagaimana kita menentukan apa yang kita perhatikan dan pertahankan, proses inilah yang disebut retensi selektif. Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi retensi selektif meliputi pentingnya kegunaan pesan, sejauhmana pesan bertepatan dengan kecenderungan, intensitas pesan dan sarana yang disampaikan. (Vir Bala Aggarwal, VS Gupta, 2002 30-32)
Categories: Palpitasi Komunikasi
Bidang psikologi sosiologi dan sosial, impression management adalah tujuan-diarahkan proses sadar atau tidak sadar di mana orang berusaha untuk mempengaruhi persepsi orang lain tentang benda, orang atau peristiwa, mereka melakukannya dengan mengatur dan mengendalikan informasi dalam interaksi sosial (Piwinger & Ebert 2001, 1-2). Hal ini biasanya digunakan secara sinonim dengan diri-presentasi, di mana seseorang mencoba untuk mempengaruhi persepsi citra mereka. Gagasan impression management juga mengacu pada praktek dalam komunikasi profesional dan hubungan masyarakat, di mana istilah ini digunakan untuk menggambarkan proses pembentukan perusahaan atau citra publik organisasi.
SELF-PRESENTATION
Sementara Impression Manajemen dan self-presentation sering digunakan secara bergantian, beberapa penulis berpendapat bahwa mereka tidak sama. Secara khusus, Schlenker (1980) percaya bahwa self-presentation digunakan untuk menggambarkan upaya untuk kontrol 'self relevant' (hal. 6) yang diproyeksikan dalam "interaksi sosial yang nyata atau dibayangkan". oleh karena itu seseorang dapat mengelola tayangan dari entitas lain dari diri mereka sendiri seperti perusahaan, kota-kota dan individu lainnya (Leary & Kowalski 1990).
MOTIF DAN STRATEGI
Ada beberapa motif yang mengatur impression management. Salah satunya adalah instrumen: kita ingin mempengaruhi orang lain dan memperoleh keuntungan (Schlenker 1980,92). Menyampaikan kesan yang tepat membantu memperoleh hasil sosial dan hasil materi yang diinginkan. Hasil sosial dapat mencakup persetujuan, persahabatan, bantuan atau kekuasaan saat menyampaikan kesan kompetensi dalam angkatan kerja dapat membawa manfaat materi positif seperti gaji yang lebih tinggi atau kondisi kerja yang lebih baik.
Motif kedua self presentation adalah sikap ekspresif. Kita membangun sebuah citra diri kita untuk mengklaim identitas pribadi dan menampilkan diri dengan cara yang konsisten dengan citra tersebut. Bila kita merasa seperti dibatasi, maka kita akan menunjukkan reaktansi atau pembangkangan. Kita mencoba untuk menegaskan kebebasan kita terhadap orang lain yang akan berusaha untuk membatasi ekspresi self presentation kita. Contoh klasik tentang gagasan "anak pendeta" yang ditekan identitas pribadi dan emosinya menyebabkan reaksi penyerangan pada keluarga dan masyarakat.
Ada beberapa orang mengadopsi impression management dengan cara yang berbeda. Salah satunya dalam bentuk 'menjilat', di mana seseorang menggunakan sanjungan atau pujian untuk meningkatkan daya tarik sosial kita dengan menonjolkan karakteristik yang lebih baik sehingga kita akan menyukainya (Schlenker 1980,169). Strategi lain adalah intimidasi, sikap agresifitas yang menunjukkan kemarahan supaya orang lain mau mendengar dan mematuhi kita.
Sebuah strategi yang menarik sejumlah besar perhatian penelitian adalah self-handicapping. Dalam hal ini seseorang menciptakan 'hambatan' dan 'alasan' (Aronson et al 2009,174) untuk diri mereka sendiri sehingga mereka dapat menghindarkan diri dari tuduhan ketika berbuat kesalahan. Orang-orang yang self-handicap memilih untuk menyalahkan kegagalan mereka pada hambatan seperti obat-obatan dan alkohol bukan karena kurangnya kemampuan mereka sendiri. Individu lain menyusun alasan seperti rasa malu, suasana kecemasan, negatif atau gejala-gejala fisik sebagai alasan kegagalan mereka.
Strategi ini digunakan untuk membentuk kesan tertentu, perbedaan utamanya adalah antara strategi defensif dan strategi tegas. Strategi defensif meliputi perilaku seperti menghindari situasi mengancam atau sarana self-handicapping, sedangkan strategi tegas mengacu pada perilaku yang lebih aktif seperti idealisasi diri dengan menggunakan simbol status atau praktik yang sejenisnya.
Strategi ini memainkan peranan penting dalam perawatan harga diri seseorang. Harga diri dipengaruhi oleh evaluasinya terhadap kinerja diri dan persepsi tentang bagaimana orang lain bereaksi terhadap penampilannya. Akibatnya, orang-orang yang aktif dalam memerankan impression management dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap orang lain.
TEORI
Teori impression management (IM) menyatakan bahwa setiap individu atau organisasi harus menetapkan dan memelihara kesan yang kongruen dengan persepsi yang ingin mereka sampaikan kepada publik. Dari kedua sudut pandang komunikasi dan public relations, teori impression management meliputi cara di mana orang menetapkan dan mengkomunikasikan kesesuaian antara tujuan pribadi atau organisasi dan tindakan mereka yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi publik.Persepsi adalah realitas dasar tentang teori sosiologi dan psikologi sosial, membentuk asumsi bahwa persepsi orang lain tentang Anda atau organisasi Anda akan menjadi kenyataan dari situ mereka membentuk ide dan perilaku dasar yang diinginkan.
FAKTOR DASAR
Berbagai faktor yang mengatur impression management dapat diidentifikasi. Hal ini dapat dinyatakan bahwa impression management diperlukan bilamana terdapat semacam situasi sosial, baik nyata atau imajiner. Logikanya, kesadaran merupakan subjek potensial dalam pemantauan. Selain itu, karakteristik dari situasi sosial tertentu juga penting. Secara khusus, norma-norma budaya sekitarnya menentukan kelayakan perilaku nonverbal tertentu.
Tindakan harus sesuai dengan target dan budaya yang ada, sehingga jenis publik serta segala yang berkaitan dengan cara mempengaruhi impression management publik direalisasikan. Tujuan seseorang merupakan faktor dalam mengatur cara dan strategi impression management. Hal ini mengacu pada isi suatu pernyataan, yang juga mengarah pada cara penyajian aspek diri yang berbeda. Tingkat self-efficacy menggambarkan apakah seseorang yakin untuk menyampaikan kesan yang dituju.
Sebuah studi baru menemukan bahwa, semua hal lain dianggap sama, orang lebih cenderung memperhatikan wajah yang telah dihubungkan dengan gosip negatif daripada dengan hubungan netral atau positif. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa persepsi kita dibentuk oleh proses otak bawah sadar yang menentukan apa yang kita "pilih" untuk melihat atau mengabaikan - bahkan sebelum kita menjadi sadar akan hal itu. Temuan ini juga menambah gagasan bahwa otak berkembang menjadi sangat sensitif terhadap "orang jahat" atau "cheater" - sesama manusia yang merusak kehidupan sosial dengan penipuan, pencurian atau non-kooperatif perilaku.
SOSIAL PSIKOLOGI
Psikolog sosial, Edward E. Jones, membawa studi impression management dibidang psikologi selama 1960-an dan diperluas untuk mencakup upaya dalam mengontrol karakteristik pribadi masyarakat. Karyanya memicu peningkatan perhatian terhadap impression management sebagai sebuah proses interpersonal yang mendasar.
DIRI IDENTITAS, SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
Konsep diri penting bagi teori impression management sebagai gambaran diri dalam membentuk dan dibentuk oleh interaksi sosial (Schlenker 1980,47). Konsep diri berkembang sesuai dengan pengalaman sosial hidup. Schlenker (1980) lebih lanjut menunjukkan bahwa anak-anak mengantisipasi perilaku yang mereka memiliki terhadap orang lain dan bagaimana orang lain mengevaluasi mereka, mereka mengontrol kesan yang dibentuk orang lain dan mengontrol hasil yang mereka peroleh dari interaksi sosial. Identitas sosial mengacu pada bagaimana seseorang didefinisikan dan dianggap dalam interaksi sosial (Schlenker 1980,69).
Individu menggunakan strategi impression management untuk mempengaruhi identitas sosial mereka terhadap orang lain. Identitas mempengaruhi perilaku mereka di depan orang lain. Oleh karena itu, dalam upaya untuk mempengaruhi orang lain seseorang harus membentuk kesan dirinya sendiri, kemudian memainkan peran tersebut untuk mempengaruhi sosialnya.
Signifikansi dalam penelitian empiris dan ekonomi Impression Manajement dapat didistorsi dengan penelitian empiris yang mengandalkan wawancara dan survei, fenomena yang sering disebut sebagai "bias keinginan sosial". Kesan Teori manajemen tetap merupakan bidang penelitian tersendiri. Ketika datang ke pertanyaan praktis tentang hubungan masyarakat dan cara organisasi harus menangani citra publik mereka, asumsi yang diberikan oleh teori kesan manajemen juga dapat menyediakan kerangka kerja.
Pemeriksaan strategi impression management yang berbeda diperankan oleh individu yang menghadapi pengadilan kriminal di mana hasil uji coba bisa berkisar dari hukuman mati, penjara seumur hidup atau pembebasan telah dilaporkan dalam literatur forensik.
Artikel Perri dan Lichtenwald diperiksa perempuan psikopat pembunuh, yang sebagai sebuah kelompok sangat termotivasi untuk mengelola kesan bahwa pengacara, hakim, profesi kesehatan mental dan akhirnya, juri memiliki para pembunuh dan pembunuhan yang mereka lakukan. Ini memberikan ilustrasi kasus hukum para pembunuh menggabungkan dan atau berpindah dari satu strategi impression management seperti menjilat atau permohonan yang lain karena mereka bekerja menuju tujuan mereka mengurangi atau menghilangkan pertanggungjawaban atas pembunuhan yang mereka lakukan.
Sejak 1990-an, para peneliti di bidang olahraga dan psikologi latihan telah mempelajari diri presentasi. Kekhawatiran tentang bagaimana seseorang dianggap telah ditemukan untuk menjadi relevan dengan studi kinerja atletik. Misalnya, kecemasan dapat dihasilkan ketika seorang atlet di hadapan penonton. Self-presentasional kekhawatiran juga telah ditemukan untuk menjadi relevan untuk berolahraga. Misalnya, kekhawatiran dapat menimbulkan motivasi untuk berolahraga.
Penelitian yang lebih baru menyelidiki efek dari impression management pada perilaku sosial menunjukkan bahwa perilaku sosial (misalnya makan) dapat berfungsi untuk menyampaikan kesan yang diinginkan untuk orang lain dan meningkatkan seseorang citra diri. Penelitian tentang makan telah menunjukkan bahwa orang cenderung makan lebih sedikit ketika mereka percaya bahwa mereka sedang diamati oleh orang lain.
Categories: Palpitasi Komunikasi
Langganan:
Postingan (Atom)











