Kamis, 11 Oktober 2012

DATANG ISU IKLAN PUN JADI

     Ada isu: peristiwa pembajakan pesawat Egypt Air di Malta disponsori PT. Multi Bintang Indonesia. soalnya orang-orang Multi Bintang dikenal pintar memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempopulerkan produk mereka. jangan heran kalau pada suatu ketika sebuah tempat umum anda mendengar melalui pengeras suara: "pengemudi Kasio dari Bir Bintang segera ke depan!". mungkin, bahkan, anda akan mendengarnya dua kali dan itu iklan gratis, seperti diakui sendiri oleh salah seorang direkturnya.
    ketika terjadi rekonsiliasi, dalam waktu singkat Bir Bintang sudah memunculkan iklan yang menggambarkan keduanya sedang berakrab-akrab. begitu Ellyas Pical menjadi juara dunia, esoknya sudah ada iklan Bir Bintang yang menyambutnya. begitu juga ketika Erik Estrada datang. multi bintang tak mmenyia-nyiakannya untuk menjadikannya endorser bagi produk Greensands.
    tetapi apa hubungannya pembajakan di Malta dengan Multi Bintang? Egypt Air dibajak di Malta, begitu pekik semua media massa di dunia. sepanjang minggu itu masyarakat terus-menerus mendengar dan membaca peristiwa di Malta. lalu pada akhir minggu, tiba-tiba Multi Bintang mengundang para distributornya untuk memperkenalkan dan meluncurkan produksinya yang terbaru: Frezzy Malta.
    isu itu tentu saja tidak berdasar. peristiwa pembajakan di Malta itu, bila dihubungkan dengan Frezzy Maltanya Tanri Abeng, mungkin sama dengan lelucon tentang presiden direktur Coca-cola yang setengah mati mencari audiensi dengan Paus hanya untuk mengusulkan agar semua pastor menyebut Coca-cola setelah Amien, atas sponsor Coca-cola.
    ternyata, ada banyak hal yang menarik di balik peluncuran produk baru ini. banyak tidak percaya bahwa pada masa depresi seperti ini masih ada produsen yang berani meluncurkan produk baru ke pasar yang lesu. tetapi, memeang demikianlah adanya pasar, selesu-lesunya pasar. masih tetap terjadi transaksi. tanpa transaksi, ia tidak lagi bernama pasar. dalam situasi seperti itu, konsumen menjadi lebih pilih-pilih. artinya produk baru justru akan mendapat perhatian. apalagi kalau produk baru itu menjanjikan benefit yang lebih menguntungkan.
    kita sudah melihat buktinya dipasar. X-tra, sebuah merk rokok kretek, diluncurkan ke pasar dengan promosi besar-besaran. Toyota meluncurkan tiga jenis mobil baru dengan iklan yang mengejutkan. disektor makanan bayi pun muncul pesaing baru yang tak ragu-ragu memasuki pasar pada situasi seperti sekarang ini. "memang selalu ada niche di pasar dan itu yang selalu dicari orang". kata Gunther Schwarze, seorang teman yang bergerak di bidang pemasaran dan riset.
    Frezzy Malta sendiri sebenarnya sudah digagas sejak dua tahun yang lalu. ketika situasi pasar belum selesu sekarang. "ini adalah cara kami melakukan diversifikasi program dalam batas teknologi, fasilitas produksi dan jalur distribusi yang kamu punyai". kata tanri Abeng, presiden direktur Multi Bintang. Frezzy Malta adalah minuman malt base yang dikilang persis seperti mengolah bir. hanya saja minuman baru ini sama sekali tidak mengandung alkohol. teknologi ini sudah dikuasai oleh Multi Bintang. begitu juga fasilitas produksi dan jalur distribusinya, karena itu mereka tidak perlu lagi membuat investasi baru di atas asset yang sudah dimiliki itu.
    kelahiran Frezzy Malta sendiri merupakan pemberangkatan baru bagi Multi Bintang. biasanya mereka membeli desain produk yang sudah jadi, bahkan membeli franchise-nya sekaligus. dan untuk itu mereka harus tetap membayar royalty atas setiap penjualan kepada prinsipalnya.
    "ketergantungan pada merek dagang internasional itu membutuhkan banyak biaya". kata Tanri. "karena itu beberapa tahun yang lalu saya putuskan untuk mengembangkan dan mendesain sendiri sebuah produk dan merk minuman. itu memang memerlukan banyak biaya. tetapi kami yakin bahwa biaya pengembangan produk itu akan terbayar dalam jangka panjang".
    ia bahkan tidak malu-malu menggunakan fasilitas lengkap laboratorium Heineken, prinsipalnya di di negeri Belanda. untuk melakukan pengembangan produk ini. Multi Bintang tetap mempunyai hak atas paten produk baru ini karena desainnya datang dari Indonesia.
    Heineken sendiri langsung mengingini produk itu untuk dipasarkan secara internasional melalui franchise holder-nya di seluruh dunia.
    "ini lucu. sekarang bapak beli dari anak". kata Tanri sambil ketawa. "kami sekarang memang tengah merundingkan alternatif terbaik yang menguntungkan kita dalam hal jual beli royalty ini." dan itu akan berarti bahwa produk Indonesia akan dapat dinikmati di seluruh dunia.
    Tanri memang punya alasan untuk berbangga. ia tidak hanya duduk dan mengeluh. ia mendoprak dan mencipta. dan melahirkan produk baru desain Indonesia yang memenuhi syarat untuk memasuki pasar internasional. [Bondan Winarno]

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Celotehtahulotek | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑